Langsung ke konten utama

Postingan

A Fracture

I don't know if it is me being dumb, my body being numb, or just outright my heart see through my tooth clenched lies. Such a news should have been very positive and I personally be a supporter for the event AT THE FRONT SEAT. I mean, given that considering the fact she acts like an elder sister (and I act like the bratty yet witty younger brother), it should have been easy. Emphasis on the word should, cause it is not.  For the record, we have no blood relation at all. It's just that she made it clear of how she views me like I am a little brother to her after our almost one year of silence "war" (quotation intended) which was initiated from my end due to some past mishap. I also try to equalize this view by trying (and sometimes failing, like right now) to view her only as elder sister. For reasons I cannot fathom (or actually can, but just outright deny), the whole news instead send me a spiral of depressive episode for the last two nights as of this writing. I try...

Persimpangan Kacau

 Semuanya riak, membuatku bingung. Racun yang menenggak hingga titik dalam ini membuatku tidak dapat melihat jalan. Pikiranku hanya pecah menjadi dua: harus berhasil, dan aku gagal. Aku harus berhasil, karena jika tidak mereka akan merendahkanku, merendahkan orang-orang terdekatku. Aku gagal, karena aku tidak mampu mengatur diri untuk bisa mencapai keberhasilan itu.

Kendali Diri, Menghapus Ilusi

Hal paling susah adalah untuk mengendalikan diri. Kak Winda mengajarkan padaku kurang lebih adalah jika wanita hanya ingin berteman, maka dia akan akrab. Jika dia menyukai, dia justru menjaga jarak. Pada hari itu, ayah UIS memberikan sebuah konfirmasi bawah sadar dengan kalimat Kak Winda. Mengapa aku bilang demikian? Karena memang seharusnya berteman tidak pilah-pilih, yang aku aminkan karena sewaktu S1 dulu aku juga memahami seperti ini. Aku hanya memandangnya berlebihan saja, atau ya kembali lagi, aku hanya kelelahan dengan kesepian sehingga rentan dengan kesalahan penafsiran. Sekali lagi, aku hanya sendirian dalam hal ini. Kesalahpahaman yang diciptakan oleh pikiranku menjerumuskan diriku dalam sebuah ilusi yang aku sangat benci. Sekali lagi, terjebak dalam ilusi yang sebenarnya tidak ada dan tidak diperlukan. Memang, kala pertama rasa itu muncul, krisis identitas yang bisa merenggut nyawa bisa terhindarkan. Namun, setelah realita bisa dilihat dengan warna jernih, aku langsung sadar...

Healer, but Cannot Heal Yourself

Memainkan Habitica memang lucu untuk membuat lebih terstruktur. Hanya saja, sebuah ironi yang aku sadari adalah aku memilih menggunakan peran 'Healer'. Peran ini memberikan bantuan dalam pertempuran yang memungkinkan kita untuk memulihkan rekan-rekan sejawat. Ironi dari ini adalah, di dalam permainan aku bisa memulihkan diriku sendiri. Sayangnya, itu tidak berlaku di dunia nyata. Aku kesulitan untuk memulihkan diriku sendiri. Oops, it sucks, isn't it?

Hadoop Distributed File System - HDFS

Rangkuman dari HDFS Nama : Muhammad Daffa Abiyyu Rahman NRP : 6022211015 HDFS, singkatan dari Hadoop Distributed File System, adalah sebuah desain DFS yang ditujukan pada hardware komoditas dan memiliki banyak keserupaan dengan DFS lainnya. Tentunya, ada beberapa perbedaan seperti fault tolerance yang tinggi dan ditujukan pada hardware dengan biaya rendah. HDFS adalah bagian dari proyek Apache Hadoop Core dan awalnya dibuat untuk keperluan mesin pencari web bernama Apache Nutch. HDFS dibuat dengan beberapa tujuan dan asumsi sebagai berikut: 1. Selalu beranggapan bahwasanya kegagalan hardware adalah normal, dan selalu memprioritaskan fault tolerance untuk menyesuaikan dengan bagian yang gagal. 2. Menggunakan stream untuk mengakses data, dan mengurangi batasan POSIX di beberapa tempat untuk memaksimalkan data yang diproses. 3. Selalu berasumsi bahwa himpunan data yang diproses berskala sangat besar dan sangat banyak, berukuran GB hingga TB dan satu instance bisa mempr...

The Google File System

Rangkuman dari The Google File System Nama : Muhammad Daffa Abiyyu Rahman NRP : 6022211015 Google File System, disingkat GFS adalah sebuah sistem distribusi file yang dapat diskalakan ( scalable ) untuk aplikasi dengan data berjumlah besar. GFS di desain untuk memiliki toleransi kegagalan saat berjalan di hardware komoditas murah, dan memberikan performa tinggi untuk klien dalam jumlah besar. Sebagian besar dari tujuan GFS merupakan tujuan yang umumnya dimiliki oleh sistem file terdistribusi lainnya, GFS memiliki desain yang didorong berdasarkan dari beban aplikasi yang dimiliki oleh Google dan juga perkembangan teknologi di Google. Perhitungan desain ini tidak hanya memperhitungkan kondisi terkini, tetapi juga kondisi yang akan dihadapi oleh sistem ini di masa depan. Perhitungan ini, beberapa di antaranya membawa asumsi-asumsi yang berlawanan dengan desain tradisional. Berikut adalah asumsi yang digunakan dalam GFS: 1. Sistem dibangun dengan hardware yang tidak terbilang ...