Langsung ke konten utama

Rangkuman Arm Tracking

Rangkuman Arm Tracking

Nama: Muhammad Daffa Abiyyu Rahman

NRP: 6022211015


Untuk memahami tentang pergerakan tangan:

1. Bagaimana tangan bergerak?

2. Apa maksud dari gerakan tangan ini?


Bagaimana tangan bergerak ini terkait dengan bagaimana 3d trajectory yang diciptakan oleh gestur tangan kita? Pergerakan gestur ini menjelaskan bagaimana perubahan posisi yang terjadi saat terjadi pergerakan tangan.


Apa arti dari gerakan tangan? => Gesture Recognition

Memahami dimaksud dari gerakan tangan yang dilakukan oleh pengguna, dimana ini banyak menjadi fokus machine learning. Banyak riset yang berusaha memahami semantik dari gerakan tangan.


Bagaimana mengkoreksi gerakan dalam sebuah gerakan => Motion Correction

Lebih rumit dibandingkan dari mengenali gerakan (gesture recognition).


Aplikasi Pelacakan Tangan:

1. Antarmuka Alami Pengguna

2. Permainan Gerakan

3. Analisis Olahraga

4. Kesehatan


Apa yang ada di dalam smartwatch?

1. Accelerometer => Kecepatan 3 Axis

2. Gyroscope => Kecepatan Rotasi 3 Axis

3. Compass => Arah mata angin


Yang dilacak:

1. Pergelangan tangan (rotasi, lokasi)

2. Siku tangan (lokasi)

3. Bahu tangan (patokan sebagai 0,0,0)


Bahu tangan diperlukan untuk membedakan arah yang dipatok oleh bahu tangan (misal stretching ke arah tertentu, untuk menangkap arah diperlukan informasi bahu).


Degree of Freedom dari Siku tangan adalah 2 dimensi, berpatok pada bahu. Degree of Freedom dari Pergelangan tangan adalah 2 dimensi, berpatok pada siku. Degree of Freedom dari orientasi pergelangan tangan adalah 1 dimensi karena hanya bisa berotasi pada satu axis.


Total 5 Degree of Freedom yang harus dilacak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...

Preparing Anaconda with Tensorflow [ACTUALLY WORKED FOR ME 2024]

Make sure to follow this with perfect order: 1. conda create -n tf_gpu tensorflow-gpu 2. conda activate tf_gpu 3. pip install numpy==1.23.4 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 4. pip install tensorflow-gpu==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 5. pip install tensorflow==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] (You may skip the first two test, but it helps ensure your environment is set up right)   TRIVIA: - There's no 2.11 version of Tensorflow GPU on pip as shown below: ERROR: Could not find a version that satisfies the requirement tensorflow-gpu==2.11 (from versions: 2.5.0, 2.5.1, 2.5.2, 2.5.3, 2.6.0, 2.6.1, 2.6.2, 2.6.3, 2.6.4, 2.6.5, 2.7.0rc0, 2.7.0rc1, 2.7.0, 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3, 2.7.4, 2.8.0rc0, 2.8.0rc1, 2.8.0, 2.8.1, 2.8.2, 2.8.3, 2.8.4, 2.9.0rc0, 2.9.0rc1, 2.9.0rc2, 2.9.0, 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3, 2.10.0rc0, 2.10.0rc1, 2.10.0rc2, 2.10.0rc3, 2.1...

Prof Ashari, Tangan Dingin Sang Rektor Visioner

Tulisan ini dipersembahkan kepada Prof  Dr Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU,  AEng. yang merupakan rektor ke-12 ITS, periode 2019-2024. Seluruh tulisan ini berupa pandangan saya pribadi, sebagai ucapan terima kasih, meski disajikan seakan penuh kritikan pada bagian awalnya. Pertama saya mengenal nama ini, saya ingat dari salah satu dosen saya sewaktu saya masih menempuh sarjana. Saya lupa persis kapan, tetapi saya diperkenalkan tentang bagaimana visionernya Prof Ashari dan sedikit cuplikan peran beliau membangun Telkom University di Bandung. Ya, sebelum beliau dinobatkan sebagai rektor, saya berpikir bahwa 'apabila beliau jadi, sepertinya akan berpotensi revolusioner, atau bakal agak ekstrem dalam kebijakan'. Bagi saya, itu cukup menarik, tetapi ada ketakutan di benak saya dengan potensi ekstrem kebijakan beliau. Kala beliau dinobatkan sebagai rektor terpilih, Prof Ashari langsung bergerak cepat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat langkah beliau. Saya masih ingat, d...