Langsung ke konten utama

Perkuliahan: Jika Aku Bisa Bertemu Kamu 4 Tahun Lagi [Semester 5]

 Sebenarnya, aku sudah lelah dengan menuliskan semuanya. Entahlah, menjadi penulis di samping kehidupan akademik selama 5 tahun, dan sekarang digedor dengan fakta pahit pekerjaan ini berlawanan dengan kepentingan bisnis yang ingin ku bangun... ya begitulah.


Baiklah, saya masih terhutang beberapa bagian lagi. Ya, cerita ini tentunya tidak seperti kisah-kisah novel saya yang berbumbu manis di wattpad.


Sampai mana kemarin? Ah ya, pasca chaos akibat semester 3. Semester 4, in short preview, is a blessing. A gift from Allah SWT.

Akhirnya, saya bisa kembali mendapatkan SKS-SKS yang saya kehilangan di semester 4 ini. Semester 5 saya kembali dalam full force. Ah tentu saja, dengan sedikit gelud dengan junior karena rebutan kelas Basis Data. Ini kelas sakral lintas angkatan pada masa saya. Masih gak ya?

Saya juga tidak menjadi ketua UKM. Namun, saya menjadi ketua departemen paling gabut di UKM. Kenapa saya bilang gabut? Karena pekerjaannya kebanyakan bergantung dari departemen lain. Apa itu? MEDIA JARINGAN.

Oke, kembali ke semester 5. Di sini, kondisi lumayan kompleks karena saya punya 2 posisi dengan peran yang tidak kecil. Pertama adalah asisten lab, yang bertanggung jawab dengan praktikum 400 maba (ya, gak salah baca kok). 400 maba ini dipegang oleh 25 asisten pada masanya. Kedua sebagai Ketua Media Jaringan UKM. It sucks when you have no idea what to do. Pada akhirnya, wakil saya yang terhormat menjadi ujung tombak departemen. Saya lumayan sering hadir rapat, selama tidak ada urusan praktikum.

Ah, semester ini tidak banyak yang menarik selain bicara transkrip. Perkuliahan juga cukup monoton pada masa ini, dengan kelas Sistem Mikrokontroller dan Mikroprosessor sebagai penghibur di paruh pertama (before it drags into a pain) sementara kelas tersantai adalah Komputasi Ubiquitous. Tambahkan hiburan lain di kelas Pengolahan Citra yang tentunya dengan dosen favorit seantero jurusan. Jangan lupakan kejutan final project beruntun dari beberapa mata kuliah (kalau nggak salah total ada 4 FP dalam 1 semester ini). Ah ya, salah satu FP ini hanya dikerjakan dalam 1 hari, imagine the torture.

Does it pay off? Yep. GPA of 3.50.

BUNGKUS!


Pelajaran semester ini? ISO TURU SANGAR.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...

Preparing Anaconda with Tensorflow [ACTUALLY WORKED FOR ME 2024]

Make sure to follow this with perfect order: 1. conda create -n tf_gpu tensorflow-gpu 2. conda activate tf_gpu 3. pip install numpy==1.23.4 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 4. pip install tensorflow-gpu==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 5. pip install tensorflow==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] (You may skip the first two test, but it helps ensure your environment is set up right)   TRIVIA: - There's no 2.11 version of Tensorflow GPU on pip as shown below: ERROR: Could not find a version that satisfies the requirement tensorflow-gpu==2.11 (from versions: 2.5.0, 2.5.1, 2.5.2, 2.5.3, 2.6.0, 2.6.1, 2.6.2, 2.6.3, 2.6.4, 2.6.5, 2.7.0rc0, 2.7.0rc1, 2.7.0, 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3, 2.7.4, 2.8.0rc0, 2.8.0rc1, 2.8.0, 2.8.1, 2.8.2, 2.8.3, 2.8.4, 2.9.0rc0, 2.9.0rc1, 2.9.0rc2, 2.9.0, 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3, 2.10.0rc0, 2.10.0rc1, 2.10.0rc2, 2.10.0rc3, 2.1...

Prof Ashari, Tangan Dingin Sang Rektor Visioner

Tulisan ini dipersembahkan kepada Prof  Dr Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU,  AEng. yang merupakan rektor ke-12 ITS, periode 2019-2024. Seluruh tulisan ini berupa pandangan saya pribadi, sebagai ucapan terima kasih, meski disajikan seakan penuh kritikan pada bagian awalnya. Pertama saya mengenal nama ini, saya ingat dari salah satu dosen saya sewaktu saya masih menempuh sarjana. Saya lupa persis kapan, tetapi saya diperkenalkan tentang bagaimana visionernya Prof Ashari dan sedikit cuplikan peran beliau membangun Telkom University di Bandung. Ya, sebelum beliau dinobatkan sebagai rektor, saya berpikir bahwa 'apabila beliau jadi, sepertinya akan berpotensi revolusioner, atau bakal agak ekstrem dalam kebijakan'. Bagi saya, itu cukup menarik, tetapi ada ketakutan di benak saya dengan potensi ekstrem kebijakan beliau. Kala beliau dinobatkan sebagai rektor terpilih, Prof Ashari langsung bergerak cepat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat langkah beliau. Saya masih ingat, d...