Langsung ke konten utama

Harapan Hampa ; Puisi

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kali ini saya membuat puisi amatiran yang semoga bermanfaat kita semua.

Harapan Hampa

Kian detik terus berdesir
Waktu terus berdetak
Meminta luang pikir
Akan depan bangsa

Dimana anak negeri
Saat kami perlu?
Dimana bangga mereka
Atas usaha kami?

Manakah balas budi
Akan rasa terima kasih

Wahai kalian
Para pewaris
Kesempatan kami helatkan
Waktu kami siapkan

Kami menunggu balasmu
Budi kasih kalian
Atas jasa kami
Rakyat yang mengerang

Kami tunggu jasa
Bukti terima kasih
Dengan pelas harap

Namun, janji adalah janji
Ucapan yang sekenanya
Banyak yang berbalik

Wahai penerus
Kami masih menunggu
Balas budi kalian

Kami masih menunggu
Balas budi kalian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...

Tentang Mencari Ilmu (2021)

"Children are natural learners. It's a real achievement to put that particular ability out, or to stifle it. Curiosity is the engine of achievement." - Sir Ken Robinson "Tidak ada pencari ilmu yang tidak merasakan sakit. Bagi mereka, lebih baik itu daripada pahitnya kebodohan."

Quote Ilmu dan Peluang (2021)

 Saya menyesal tidak mempelajari ilmu kala ilmu itu aktif dibagikan. Setelah bertahun-tahun kemudian, saya menyadari ilmu itu diperlukan, dan sekarang saya kelimpungan mencari ilmu itu karena mereka yang membagikan ilmu telah pergi, dan yang masih memilikinya enggan atau tidak memiliki waktu untuk membagikannya. - Daffa